Sepak Terjang Moonton dengan Mobile Legends: Bang Bang di Pasar Asean Khususnya Indonesia


582
582 points

Untuk pertama kalinya bahasan kita di kesempatan ini datang dari salah satu game mobile MOBA yang bisa dikatakan paling sukses khususnya di regional Asia Tenggara. Sudah pasti ialah Mobile Legends Bang Bang yang baru-baru ini merayakan 1 Milyar angka unduhannya secara global. Meskipun angka unduhan tersebut cukup fantastis namun begitulah datanya, game yang satu ini bisa dikatakan terpopuler di kawasan Asean.

Kita tahu bersama negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika masih didominasi judul-judul game dari platform PC karena memang bagi mereka smarpthone atau perangkat mobile bukanlah sarana untuk bermain game. Sementara negara Asia Timur misalnya seperti Jepang, RRC, dan Korea, budaya gamer mereka masih menggemari permainan-permainan bernuansa gatcha. Sehingga model permainan mobile MOBA kurang begitu besar di sana. Meskipun secara genre utamanya, China adalah penghasil pemain-pemain handal game MOBA legendaris yaitu Dota 2.

Berhasil merambah ke pasar Asia Tenggara

Uraian yang akan kita ulas selanjutnya tidak akan membahas perkembangan industri game khususnya genre mobile MOBA ini. Melainkan mengerucut pada bahasan judul Mobile Legends Bang Bang itu sendiri dengan segala prestasi yang berhasil mereka gapai dan pencapaian-pencapaian lainnya.

Mobile Legends Bang Bang adalah game bergenre MOBA karya Moonton yang berfokus dan hingga ke depannya memang hanya untuk platform mobile. Tidak ada data yang menyebutkan maupun pernyataan resmi dari developer bahwa Mobile Legends akan datang ke platform lain. Dipubish oleh Moonton sendiri untuk Android pada tanggal 11 Juli 2016 dan secara global untuk sistem operasi iOS pada tanggal 9 November 2016.

Empat tahun hingga saat ini bukan perjalanan yang singkat untuk Moonton dalam mengembangkan gamenya agar bisa sesukses sekarang. Berkat kinerja apik dari tim Moonton game yang diprediksi hanya akan besar di pasar China ini nyatanya berhasil merambah ke pasar regional lain. Kejelian dari Moonton dalam melihat potensi pasar di Asia Tenggara nampaknya berhasil.

Kejelian melihat peluang dari budaya masyarakat

Melihat budaya masyarakat Asia Tenggara yang saat itu tengah ramai-ramainya oleh perkembangan smartphone, Moonton segera bertindak cepat. Kala itu masyarakat Asia Tenggara masih menganggap smartphone bukan hanya sebuah alat komunikasi melainkan sebuah teknologi dengan sejuta manfaat termasuk untuk bermain game. Sebut saja game seperti Clash of Clans, Clash Royale, dan berbagai judul game lain begitu populer di pasar Asean atau Indonesia khususnya

Bukan pula tanpa pertimbangan yang sangat matang, karena saat itu Super Evil Megacorp yang berasal dari Amerika Serikat saja berhasil dengan karyanya Vainglory di pasar Asean khususnya Indonesia. Selain itu Arena of Valor bahkan meluncur eksklusif di Indonesia yang digawangi Oleh Garena atau bisa disebut memang hanya untuk Indonesia.

Hebatnya saat itu Mobile Legends yang datang dengan kualitas grafik kurang dapat menawarkan kemudahan dari segi gameplay permainan. Bagi sebagian gamer memainkan game smarphone memang akan terasa mudah apabila dimainkan dengan kontrol analog atau bisa dikatakan seperti itulah seharusnya game smartphone. Terbukti kemudahan MOBA ala kontroler analog dari Mobile Legends berhasil menggeser dominasi Vainglory yang terkenal dengan “tap-tap” nya.

Namun, bukan sebuah karya yang dianggap berhasil apabila tidak mendapat rintangan sama sekali di perjalanannya. Riot Games dengan produk gamenya yang juga bergenre MOBA berjudul League of Legends menuntut kepada Moonton atas tuduhan pelanggaran hak cipta. Mobile Legends yang hingga kini telah memiliki 101 karakter hero dianggap meniru beberapa hero yang sudah ada di League of Legends.


Like it? Share with your friends!

582
582 points

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Direcritic

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *