Sedih, Inilah Kisah Ninja di Anime Naruto dengan Masa Kecil Menyedihkan


564
564 points

Pada era Naruto, memang sudah berbeda zamannya dengan Boruto yang memang lebih stabil dan ramai. Di era Naruto, masih banyak ninja – ninja yang harus bisa bertahan hidup dengan keras agar bisa terus bertahan bahkan terhindar dari medan pertempuran.

Jangankan menikmati kemeriahan pesta, terkadang saat ingin makan mi ramen saja tidak bisa berlama – lama sebab bisa saja dipanggil untuk bertugas. Terlebih lagi pada saat ini masih sering terjadi pertempuran.

Perlu kalian ketahui,  ada banyak ninja yang sudah menjadi dewasa pada serial Boruto yang dulunya mengalami kesulitan. Banyak diantara mereka yang menjalani kehidupan yang sulit sejak kecil. Siapa saja sih ninja yang memiliki masa kecil yang menyedihkan, yuk simak ulasannya berikut.

Sasuke Uchiha

Pada awalnya masa kecil Sasuke Uchiha memang menyenangkan. Seperti pada kebanyakan dari anak kecil yang hidup normal, berbahagia dengan ayah dan ibunya. Sasuke pun selalu memandang kagum pada kehebatan sang kakak serta hidup damai bersama anggota klan Uchiha yang lain. Namun semua itu akhirnya berubah setelah Itachi datang menyerang.

Sosok sang kakak yang sangat dikaguminya itu, ternyata sudah membantai habis seluruh anggota klan Uchiha serta hanya menyisakan Sasuke seorang diri. Sasuke pun menjadi begitu benci dengan kakaknya sehingga dirinya pun bertekad untuk bisa mempunyai kekuatan yang besar untuk bisa membalas dendam kepada Itachi.

Untuk mewujudkan ambisinya tersebut, Sasuke pun masuk dalam sekolah ninja di Konoha. Dirinya sempat mendapatkan tentangan karena berasal dari klan Uchiha. Namun akhirnya berkat Naruto dan kawan – kawan membuatnya lebih diterima.

Sasuke pun tampaknya bisa menjalani masa sulit tanpa kedua orangtuanya. Meskipun demikian, dirinya tetap memendam amarah yang cukup besar untuk bisa membunuh kakaknya sendiri yang sudah membantai seluruh anggota Klan Uchiha, termasuk ayah dan ibunya sendiri.

Orochimaru

Telah kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil dari ikut perang, telah membuat sosok Orochimaru berkembang dengan kepribadian yang aneh dan eksentrik.

Tidak berselang lama setelah kedua orang tuanya meninggal, ternyata Orochimaru telah bertemu dengan ular putih yang berada di dekat pemakaman. Hiruzen yang merupakan guru Orochimaru telah memberikan penjelasan apabila kemunculan ular putih sebagai pertanda keberuntungan dan reinkarnasi.

Mengetahui hal itu, secara tidak langsung telah membuat Orochimaru begitu senang. Dirinya pun tergila – gila untuk mempelajari kinjutsu serta mengumpulkan seluruh ilmu pada dunia ninja. Beragam percobaan pun dilakukan oleh Orocimaru demi memuluskan ambisinya tersebut.

Nagato

Awalnya Nagato memang hidup bersama dengan kedua orang tuanya, Ise dan Fuso pada pinggiran desa Amegakure. Wilayah tersebut memang kerap kali menjadi medan pertempuran. Meskipun demikian, Nagato tetap menjalani kehidupan yang bahagia bersama kedua orang tuanya.

Pada suatu ketika di era Perang Dunia Shinobi Kedua, ternyata rumah mereka telah dimasuki sepasang ninja Konohagakure yang saat itu tengah mencari perbekalan. Mengetahui ada ninja yang berada di rumahnya, Ise dan Fuso pun pergi meninggalkan rumah.

Namun ternyata hal itu telah dianggap sebagai cara untuk melarikan diri. Sehingga Ise dan Fuso dikira sebagai ninja musuh. Dikira sebagai ninja musuh, ninja Konoha tersebut akhirnya menghabisi Ise dan Fuso ketika keduanya melarikan diri.

Mengetahui akan hal itu, Nagato kecil pun sangat takut. Dirinya pun bertekad untuk bisa membalaskan dendamnya suatu saat nanti. Nagato memiliki amarah yang cukup besar untuk bisa mewujudkannya.

Nagato pun bertekad untuk membalaskan dendamnya dengan kekuatan Rinnegan yang sudah diberikan secara diam – diam kepadanya dari Madara. Nagato pun akhirnya mengembara seorang diri hingga akhirnya dirinya bertemu dengan Yahiko dan Konan yang merupakan sama – sama yatim piatu peperangan.

Karin

Karin merupakan salah satu anggota dari Klan Uzumaki yang masih tersisa setelah apa yang terjadi pada desa mereka. Desa mereka telah hancur, namun untungnya sang ibu berhasil membawa Karin kabur dengan membawanya ke Kusagakure.

Meskipun diterima di desa Kusagakure, tetapi ada persyaratan yang wajib dilakukan oleh Karin dan ibunya. Mereka harus membantu untuk menyembuhkan para penduduk yang sudah terluka saat perang tengah berlangsung. Kemampuan menyalurkan cakra merupakan keunggulan dari klan Uzumaki.

Dikarenakan telah dipaksa untuk bekerja secara terus  menerus, akhirnya ibu Karin pun meninggal. Selanjutnya Karin pun dipaksa untuk bisa menggantikan peran yang telah ditinggalkan oleh ibunya. Namun Karin akhirnya direkrut Orochimaru ketika Otogakur telah menyerang serta membakar Kusagakure sampai habis.

Hashirama Senju

Hidup di era Perang saudara, telah membuat Hashirama Senjut kerap kali harus berhadapan dengan dunia peperangan. Tetap saja harus bertempur tanpa tahu kapan akan berhenti, membuatnya harus terus menguras tenaga.

Kepergian dari orang – orang terdekatnya serta para saudara yang selama ini membantunya, membuatnya merasa sedih. Selama adanya konflik dengan Klan Uchiha, harus dilewati Hashirama dengan menyedihkan sebab kehilangan dua saudaranya, Itama Senju dan Butsuma.

Dikarenakan kerasnya perjuangan hidup yang harus dihadapinya, Hashirama pun berjanji apabila suatu saat nanti dirinya akan menciptakan perdamaian dunia sehingga memungkinkan anak – anak bisa menjalani hidup dengan damai di masa depan.

Gaara

Menjadi Jinchuriki memang tak pernah mudah. Sebab dengan menyimpan kekuatan dari Siluman Ekor Satu Shukaku, telah membuat Gaara begitu ditakuti para penduduk Desa Sunagakure. Terlebih lagi sejak kecil dirinya sudah hidup dengan tertutup. Gaara sendiri telah dilatih sebagai pembunuh oleh ayahnya, Rasa serta Yashamaru, pamannya.

Kebencian yang dirasakan semakin besar saat mengetahui Rasa telah menugaskan Yashamaru agar menghabisi Gaara sebagai bentuk ujian yang harus dliselesaikannya.

Tidak hanya itu, Rasa sebelumnya juga pernah berusaha untuk membunuh Gaara dalam lima kali kesempatan, namun semuanya gagal. Semenjak saat itu, Gaara akhirnya hidup seorang diri dan berusaha untuk terus melindungi dirinya sendiri.

Naruto Uzumaki

Seperti dengan apa yang sudah dialami oleh Gaara, Naruto pun menjadi sosok kecil yang terkucilkan. Dirinya dikucilkan karena merupakan seorang Jinchuriki. Terlebih lagi Naruto tidak mempunyai saudara serta kedua orang tuanya telah meninggal semenjak dirinya masih kecil.

Namun untung saja Naruto tak terjebak pada lubang kebencian yang dalam seperti Gaara. Naruto mampu menjadi anak yang periang berkat para sahabat serta orang – orang yang bersedia menerimanya tanpa pamrih.

Naruto kecil pun bertekad untuk menjadi seorang Hokage dan membalas budi baik kepada orang – orang yang sangat sayang kepada dirinya. Naruto pun berhasrat bisa memiliki ilmu yang keren untuk bisa mewujudkan harapannya tersebut.

Itulah ninja – ninja di era Naruto yang memiliki masa kecil yang cukup menyedihkan, kisahnya telah membuat para pecinta anime dan manga Naruto merasa sedih. Bagaimana dengan kalian, apakah juga merasakan trenyuh setelah mengetahuinya? Semoga saja pembahasan ini bisa membuat kalian bernostalgia dengan serial ninja yang satu ini.

Nantikan terus kabar – kabar lainnya tentang anime serta beragam informasi dari dunia game yang lainnya.


Like it? Share with your friends!

564
564 points

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Direcritic

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *