Perjalanan Genre Battle Royale dari yang Kurang Dikenal Menjadi ‘Raja’ Bagian 2


576
576 points

Pertempuran cepat yang intens membuat genre battle royale sebenarnya begitu suskses di pasaran, tidak terikat game battle royale sekarang ataupun game generasi lama. Bedanya adalah teknologi dulu mungkin yang kurang mutakhir dalam mengembangkan suatu  judul game battle royale, jadi dianggap kurang ada “feel” ketegangan pada game battle royale jadul. Namun, perbedaan antar judul game battle royale tetap seperti yang telah kita ulas pada artikel sebelumnya. Contohnya seperti PUBG dan Call of Duty generasi lama, Call of Duty dengan mode pertempurannya dianggap sudah terlalu ‘usang’untuk generasi gamer saat ini, dengan datangnya sesuatu yang baru dari PUBG inilah yang menumbuhkan kembali gairah pada genre battle royale ini.

Fortnite datang bagai penyambung kesuksesan genre ini

            PUBG masih dengan ide cemerlangnya cukup berpengaruh kepada game-game battle royale yang lahir setelahnya. Permainan di medan pertempuran yang tidak bisa kita menangkan hanya dengan jumlah kill terbanyak yang berhasil dikumpulkan, namun dengan bertahan dan terus bertahan dari segala penyebab kematian. PUBG dianggap brilian dengan ide tersebut, dan juga PUBG dinilai cukup sukses membawa filosofi permainan baru ini, yang memang sangat mempengaruhi generasi game setelahnya.

            Seperti halnya pada game-game lainnya, PUBG juga tidak bisa bersih dari yang namanya cheater. Selain itu kurangnya optimasi pada game, pembaruan yang kurang menyeluruh, dan mungkin ikut memunculkan bug yang terjadi terus menerus membuat beberapa pemain kewalahan dan sudah enggan memainkan game ini. Hingga akhirnya datanglah game battle royale lainnya dari Epic Games, Fortnite. Epic Games mengklaim bahwa game dari mereka ini merupakan game battle royale yang sudah mengalami penyempurnaan, dan juga pemolesan pada bentuk gameplay nya. Ditambahkan mereka, sehingga diharapkan game ini dapat mengobati rasa kesal dan rasa rindu para pemain genre battle royale namun dengan permainan sedikit berbeda.

Hal segar dan baru dari Fortnite

            Fortnite juga mendulang kesuksesan layaknya PUBG, dengan cara mereka sendiri tentunya. Fortnite seperti memberi sentuhan segar pada game battle royale yang mungkin beberapa pemain sudah merasa bosan. Faktanya game ini juga sukses besar dengan pertumbuhan pemainnya, dengan kata lain kebutuhan pasar akan game ini memang sangat besar. PUBG dengan kesuksesannya, datang Fornite dengan warna baru yang ternyata juga memperoleh kesuksesan. Selaku developer game bergenre battle royale sudah seharusnya mengikuti perkembangan pemain game battle royale yang dinamis ini dari waktu ke waktu.

            Game garapan studio Epic Games ini, selain anda bisa menembak musuh dan kemudian menjarahnya, anda dapat membangun berbagai bentuk bangunan seperti benteng misalnya untuk terus bertahan dari gempuran lawan. Hal yang sangat baru di genre battle royale, terlebih lagi Epic Games juga menggratiskan gamenya tersebut.

            Selaku pengembang, Epic Games pun terus berbenah dengan gamenya tersebut. Pengembangan yang terus dilakukan, penyempurnaan di berbagai lini membuat game Fortnite ini kuat. Terbukti dengan terus adanya perubahan map, live event, Battle Pass yang terus dikembangkan dan berbagai hasil pengembangan lainnya. Kesuksesan lain terus menghampiri game garapan Epic Games ini, dengan mereka merilis generasi baru dari gamenya. Total hingga hari ini Fortnite sudah memiliki total tiga judul, yang pertama adalah Fortnite: Save the World, kemudian Fortnite Battle Royale, dan yang terakhir Fortnite Creative. Selain dari terus berjalannya season mereka dan terus suksesnya mereka dengan ketiga judulnya, Fortnite juga mengikuti langkah sukses PUBG lainnya dengan akhirnya merilis game mereka di perangkat mobile.


Like it? Share with your friends!

576
576 points

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Direcritic

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *