Mari Kita Bernostalgia dengan Devil May Cry Bagian 1


545
545 points

Jika kita sebut judul game Devil May Cry maka akan terlintas di pikiran kita tentang game tebas menebas setan yang game yang ikur mewarnai masa kecil kita. Menjadi judul game yang sering kita mainkan di rental PS ketika hari minggu tiba. Tapi ketika anda beranjak dewasa mungkin game ini sedikit demi sedikit hilang dari pikiran anda. Entah anda memainkan game saat ini yang lebih kekinian atau anda sudah disibukkan dengan kegiatan masa dewasa anda.

Pun mungkin anda belum tahu bahwa serial game masa kecil kita ini sudah mencapai total 9 edisi hingga sekarang. Sungguh sebuah perjalanan yang luar biasa dari sebuah judul yang mengawali karirnya di industri ini sejak tahun 2001 melewati platform konsol Playstation 2. Artikel panjang ini akan mengulas semua edisi Devil May Cry, sekaligus kami hadirkan sebagai obat penawar rindu dan momentum bernostalgia bagi kita.

Devil May Cry dan Devil May Cry 2

Sekelas game legendaris dari genre adventure “hack and slash”, Devil May Cry terlahir dengan cara cukup unik. Seri pertama dari serial Devil May Cry ini terinspirasi dari penemuan bug di game lain lain garapan Capcom. Berawal dari ketidak sengajaan ini lahirlah sebuah game yang menjadi pioner game-game lain untuk mengadaptasi alur permainan yang sama.

Devil May Cry rilis di platform PS2 pertama kali di tahun 2001. Tahun yang sama pula judul ini merengkuh kesuksesan besar berkat jalan ceritanya yang memang benar-benar fresh di era itu. Seperti yang telah kita ungkapkan, kesuksesan ini pun membuat beberapa developer lain iri dan mencoba menggarap game dengan bentukan yang hampir sama dengan Devil May Cry.

Seri kedua memang sudah dipastikan hadir, karena kesuksesan besar di edisi pertamanya tidak mungkin Capcom menyia-nyiakan ini. Seoalah merespon momentum yang terjadi Capcom segera bertindak untuk melenurkan Devil May Cry 2. Namun, sayangnya kita kehilangan sosok Hideki Kamiya sang tokoh pencetus ide serial Devil May Cry karena tidak dipanggil dalam proyek kedua ini. Walaupun terkesan mengada-ada, mungkin inilah salah satu penyebab Devil May Cry 2 tidak sesukses seri pertamanya.

Devil May Cry 2 memiliki alur cerita yang lebih “gelap” dibanding seri sebelumnya. Dimana musuh utama adalah seorang pengusaha yang bersekongkol dengan iblis untuk menaklukkan dunia. Dante pun dibuat kesulitan hingga akhirnya dia meminta bantuan ke seorang wanita bernama Lucia. Devil May Cry 2 dengan ciri khas telur paskahnya ini rilis di tahun 2003.

Devil May Cry 3 menjadi seri yang paling dicinta

Devil May Cry 2 nampaknya menjadi cambuk bagi Capcom untuk segera memberikan “effort” lebih untuk seri lanjutannya. Seri kedua nyatanya menerima kritik tajam dari publik karena dianggap memiliki mode pertarungan yang kuno dan itu-itu saja, selain itu design untuk penggarapan visual seri kedua dianggap berada di kualitas paling buruk. Meskipun digarap di tahun yang lebih muda dari seri pertama, tetapi seperti itulah kenyataannya.

Seri ketiga ini berjudul Devil May Cry 3: Dante’s Awakening yang memberi gambaran lebih kepada para pemainnya tentang seperti apa tokoh Dante sebenarnya, seperti apa keluarganya, dan alur cerita yang mendukung itu semuanya. Seperti gayung bersambut atau sebuah kebetulan saja Devil May Cry 3 mengalami penjualan yang lebih tinggi ketimbang pendahulunya. Hal seperti mekanisme game yang terbilang baru dengan beberapa kombo pertarungan yang lebih epik mungkin yang membuat seri ketiga ini begitu sukses. Tak ayal edisi ketiga ini menjadi salah satu entri yang paling dicinta dibanding yang lainnya.


Like it? Share with your friends!

545
545 points

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Direcritic

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *