Kenapa Mobile Legends Kurang Terkenal Diluar SEA?


542
542 points
Lesley Mobile Legends

Sebagai gim moba yang sering muncul dan juga dimainkan oleh masyarakat South East Asia [SEA], akan tetapi Mobile Legends tidak terlalu laku diluar. Sejumlah faktor mengapa ML kurang laku diluar SEA itu mungkin sedikit masuk akal.

Terlebih lagi mempunyai pemain yang cukup besar dan juga scene pro yang boleh dibilang aktif, namun tidak terlalu dilirik orang banyak diluar. Sebagian besar memang sama sekali tak tertarik dengan gim yang satu ini.

Meski demikian, ML tergolong jadi raja di SEA dan juga sekitarnya. Hal itu dapat kamu lihat lewat player base yang aktif serta setiap turnamen yang jumlah penontonnya sangat tinggi. Untuk kamu yang penasaran dapat kalian lihat di ulasan dibawah.

Perkembangan developer  [Moonton] bersama ML yang dinilai kurang berani merambat keluar SEA memang tak begitu bagus. Yang lebih lucunya lagi, ML bahkan tak laku di Cina yang dimana disana didominasi KoG.

Penyebab Mobile Legends Kurang Laku Diluar SEA

Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang kenapa ML tak laku diluar SEA. Hype player ML yang tinggi ini ternyata berbanding terbalik dengan pemain diluar SEA maupun region lain. Ayo kita bahas lebih detail tentang sederet alasan yang ada.

  • Mendapat Cap Gim Plagiat

Tidak aneh jika ML dicap sebagai gim plagiat oleh orang banyak sejak alegasi plagiat dengan Riot. Mereka memakai banyak skill serta model yang mirip sekali dengan game lain.

Yang paling sering jadi korban ML ialah Dota, KoG, dan LoL. Hal itu lantaran ketiga gim yang telah disebutkan adalah moba paling besar di dunia sekarang ini dan jadi incaran emas ML. Menurut banyak orang inilah yang menjadi sisi buruk dan tak ingin bermain ML.

  • UX Buruk

Jujur saja untuk UX buruk sekali. Mulai pemilihan warna buruk sampai membuat mata lelah, home screen clutter, hingga translasi bahasa Inggris sangat berantakan serta banyak yang salah.

UX Mobile Legends terlihat kurang bagus serta dinilai jadi gim yang kurang profesional. Hal itu jadi faktor banyak orang tak ingin bermain ML, belum juga iklan yang tergolong cringe dan seringkali muncul di berbagai situs.

Faktor Lainnya

  • Moonton Tak Begitu Aktif Diluar SEA

Sudah tak laku, Moonton juga tak aktif untuk mempromosikan gim mereka diluar SEA. Lihat saja North America [NA] dan European Union [EU] yang nyaris tak terjamah ML serta pihak Moonton sepertinya sudah tidak tertarik untuk promosi kesana.

Mungkin hal itu lantaran Moonton tak ingin mengambil resiko. Menyusul  kurangnya minatan jadi mereka sangat fokus dengan SEA serta beberapa negara. Belum lagi kalah kultur serta ekosistem region lainnya.

  • Gim HP, Tidak Minat

Hal ini termasuk kedalam ekosistem dari sejumlah region yang lain. Hanya SEA yang menilai bahwa gim mobile sebagai gim serius. Jika bukan gim PC maupun konsol maka bakal sulit terkenal di region yang lain.

  • Pay to Win

Inilah yang paling ngena, yakni pay2win. Hero mahal, skin menambah stats, emblem sulit dilengkapi jika tak bermain lama ataupun mengeluarkan uang, masih banyak lainnya. Orang lain pun juga bakal langsung mala bermain ML.

Nah, itu adalah sederet faktor mengapa Mobile Legends kurang tenar diluar SEA. Ini hanyalah opini semata, jadi bila kamu kurang setuju ya tak masalah. Mungkin karena kamu memiliki pendapat lainnya.


Like it? Share with your friends!

542
542 points

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Direcritic

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *