Game Menakutkan yang Bisa Anda Jadikan Tantangan Untuk Memainkannya, Bagian 2


570
570 points

Kita sebutkan sebelumnya ada tiga judul game menyeramkan rekomendasi kami yang dapat anda mainkan ketika anda bosan. Bosan dengan kesibukan sehari-hari atau mungkin bosan dengan game-game mainstream yang sering anda mainkan. Pelarian ke game bergenre horor bisa menjadi langkah yang tepat atau lucunya bisa disebut langkah putus asa. Bagaimana tidak, justru game horor tidak akan menghilangkan kebosanan malah akan memunculkan rasa ngeri dan stress, seperti judul Blair Witch. Tapi di situlah tantangannya dan alasan kenapa genre horor dibuat dengan fakta genre yang satu ini tak pernah surut jumlah pemainnya.

Ada Bloodborne dengan multiplayernya dan Carrion

Daftar selanjutnya kita ada judul game yang mana hanya dirilis untuk platform PlayStation 4 bernama Bloodborne. Digarap oleh studio FromSoftware dan Sony Computer Entertainment sebagai satu-satunya publisher tak mengherankan akhirnya game ini hanya rilis eksklusif di konsol mereka. Game ini berbeda dengan judul-judul yang telah kita sebut pada artikel sebelumnya, Bloodborne menjadi satu-satunya yang mendukung mode permainan multiplayer.

Game yang dirilis di tahun 2015 ini menceritakan sebuah penderitaan dari kota Yharnam yang dikutuk dengan adanya penyakit aneh yang masif menyebar. Anda harus mengendalikan karakter utamanya untuk menemukan rahasia dari dunia yang gelap dan mengerikan ini serta terus mencoba bertahan hidup.

Carrion adalah game mengerikan selanjutnya yang ada di daftar ini sekaligus game yang terbilang cukup muda. Dirilis oleh Devolver Digital pada tanggal 23 Juli 2020 lalu yang merupakan garapan Phobia Game Studio. Genrenya pun cukup aneh yaitu “reverse horror” dimana anda akan menjadi seekor monster bertentakel yang justru menjadi sumber ketakutannya. Anda dapat menguntit kemana manusia pergi untuk kemudian memakannya di waktu yang tepat.

Seri Amnesia yang kesemuanya mengerikan

Terakhir untuk artikel ini kita kedatangan bukan merupakan sebuah game, melainkan sebuah seri horor. Walaupun di dalamnya tetaplah berisi judul-judul game yang kesemuanya mengerikan. Ialah seri bertajuk Amnesia yang berisi judul-judul seperti Amnesia: The Dark Descent, The Justine Expansian, dan Amnesia: A Machine for Pigs. Kesemuanya bergenre horror yang dikemas ke dalam bentuk permainan “first-person” adventure dan dapat dimainkan di berbagai platform termasuk PS4, Xbox One, Nintendo Switch, Microsoft Windows hingga Linux.

Pertama kita ada judul dari Amnesia: The Dark Descent dimana anda berperan sebagai tokoh Daniel yang terbangun di sebuah kastil dan mengalami kondisi amnesia. Anda diharuskan mengumpulkan dan mencoba mengingat kembali kenangan pahit dari Daniel sekaligus tetap menjelajahi jalur yang menakutkan. Kengerian tidak hanya datang dari gangguan musuh di luar tetapi juga datang dari dalam pikiran Daniel yang dipenuhi kegelapan.

Kedua ada judul Amnesia: A Machine for Pigs yang sama juga mengisahkan tentang hilangnya ingatan seseorang atau amnesia. Kali ini bukanlah Daniel yang menjadi tokoh utamanya, tetapi seorang pengusaha kaya bernama Oswald Mandus. Oswald menderita demam dan dihantui mimpi mengerikan tentang mesin yang berderu-deru di kegelapan dan gambaran tentang neraka. Kemudian ia terbangun dan seketika kehilangan ingatannya dari masa lalu.

Rumah besarnya yang sunyi menambah kengerian, ditambah lagi anda akan ikut merasakan beban pikiran Oswald seperti gagalnya industri miliknya, gagalnya ekspedisi ke Meksiko dan rasa bersalah atas dosa-dosanya terdahulu. Tidurnya tidak pernah nyenyak dan terus diganggu mesin yang terus berderu-deru di otaknya hingga terasa mesin tersebut seperti tertanam di bawah pondasi rumahnya. Selain dia harus berjuang untuk tetap hidup, Oswald juga menyadari bahwa keluarganya juga sedang terancam oleh marabahaya


Like it? Share with your friends!

570
570 points

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Direcritic

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *