4 Kesalahan Para Pemain Pemula Hero Support di Dota 2, Bagian 2


556
556 points

Memahami peran sebagaimana menjadi seorang support seutuhnya tidak sampai di situ saja. Setelah dia sadar akan perannya yang sangat penting di game maka para support pemula ini tidak boleh berbuat seenaknya sendiri hanya karena mereka unsur terpenting. Mereka tetaplah menjadi seorang support yang bertanggung jawab atas tugas dan fungsinya.

Seperti yang telah kita ungkap sebelumnya bahwa support haruslah berhati besar, berkepala dingin dan semacamnya. Beberapa sifat tersebut mutlak diperlukan bagi semua support. Support haruslah menjadi tiang terakhir yang berdiri di kala tim sedang terpuruk, support haruslah menjadi seorang yang tenang dan tidak ceroboh, support haruslah menjadi rem bagi tim di saat mereka berada di atas, support haruslah memahami watak dan kriteria anggota tim lain. Seperti itulah contoh bahwa begitu kuatnya karakter support ini yang selama ini tidak dipahami oleh mereka para role support itu sendiri.

Point kedua ialah salah dalam hal memahami game

Point kedua ke belakang akan menjadi point-point yang langsung menyasar ke teknikalitas permainan. Point kedua ini sendiri baru kita dapatkan akhir-akhir ini dengan entah fenomena apa yang terjadi. Fakta baru yang masih segar kita peroleh ini kita temukan sendiri dimana para pemain role support baru ini memukul rata semua pemahaman mereka tentang genre moba.

Tidak sedikit angka yang menyebutkan banyaknya pemain moba PC beralih ke moba mobile karena dianggap lebih instan dan praktis. Tidak sedikit pula justru sebaliknya para pemain moba mobile pindah ke moba PC dengan alasan ingin mencari tantangan baru. Tidak ada yang salah dari semua pilihan itu, yang salah hanya pemahaman yang mereka samakan antara kedua platform.

Kita yang pernah bermain Dota 2 pasti sangat paham bahwa begitu pentingnya sebuah “last hit” baik itu di creep, creep hutan, maupun hero musuh. Terkhusus hero-hero carry yang mereka tanpa gold dan exp hanya kertas tipis yang siap dirobek-robek, last hit adalah sebuah perkara hidup mati bagi mereka. Faktanya di Dota 2 memperoleh gold dalam jumlah banyak hanya dapat diperoleh melalui last hit. Walaupun kita tahu gold akan didapatkan tiap detiknya tetapi apa mungkin sekelas Phantom Assasins mau menunggu berjam-jam untuk membeli sebuah Desolator.

Dapat dijadikan bekal pembelajaran            

Apabila skenario yang terjadi adalah dari Dota 2 pindah ke mobile mungkin tidak terlalu berpengaruh, karena mereka sudah paham betul bagaimana menjalankan tugas masing-masing. Tetapi akan sedikit berbeda dan cukup unik apabila yang terjadi justru dari platform mobile pindah ke moba di platform PC.

Salah akibat pemukul rataan yang kita sebut tadi akan mulai terjadi di sini. Kami sendiri mendapatkan fakta ini setelah beberapa kali berkunjung ke warnet untuk bermain Dota 2. Beberapa pemain yang kami temui adalah wajah-wajah baru dan nampaknya masih berumur belasan. Mereka ini kisaran masih duduk di bangku SMA yang saat ini sedang libur sekolah akibat adanya pandemi ini, sehingga tidak terlalu bermasalah karena itupun kami bermain juga sore hari.

Semua berjalan lancar saat kami mencoba melirik permainannya yang ternyata dia berperan sebagai support menggunakan Shadow Shaman. Hingga kami tahu ternyata dia juga melakukan creeping dan berusaha mendapat last hit padahal satu lane dengan hero Juggernaut. Seketika kami mengeryitkan dahi terlebih lagi dia sama sekali tidak pindah dari lanenya kecuali memang dibutuhkan lane lain agar dia mau pindah. Kami pun berniat menunggu lagi pria kecil ini hingga usai dan akan mencoba menanyakan beberapa hal.


Like it? Share with your friends!

556
556 points

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Direcritic

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *